Hujan Matahari

Hari itu hujan matahari. Rintik-rintik. Kecil-kecil. Tapi berwujud matahari.

Banyak. Seperti hujan biasanya, hanya saja berwujud matahari. Tentu saja tak sebesar matahari di angkasa (matahari yang asli masih tergantung di angkasa). Ukurannya sebesar bola tenis, memancarkan cahaya sendiri, dan panas. Jika saja hujan matahari tersebut hanya berupa bola-bola yang memancarkan cahaya tentu tak akan jadi hal besar. Namun hujan matahari yang ini juga merupakan bola panas yang sempurna untuk menjadi miniatur matahari. Banyak rumah terbakar, jemuran gosong, pohon kering, kucing jalanan tersengat, kepala bolong, dan lainnya lagi. Jadilah manusia-manusia di bawah sini kewalahan dengan kekacauan tersebut.

Tapi bukan manusia namanya kalau tidak bisa segera mengikuti keadaan. Sekejap saja atap-atap seluruh gedung diganti menjadi genteng tahan panas. Tak hanya itu, juga mulai banyak orang yang menjajakan payung tahan panas, topi tahan panas, mantol tahan panas, dan segala hal tahan panas lainnya. Ekonomi menggeliat!

Banyak orang-orang yang turun ke jalanan untuk memungut bola-bola matahari yang terjatuh. Menggunakan sarung tangan khusus tahan panas atau yang buatan rumah, orang-orang mulai mengumpulkan matahari satu demi satu. Ada yang berniat memberikan pada kekasihnya sebagai pengganti bunga, ada yang berniat menyimpannya di akuarium, ada yang berniat mengabadikan gambarnya dan mengunggahnya ke media sosial, hingga ada yang berniat memakannya! Sungguh gila!

Setelah orang-orang mengamati bola matahari itu lebih lanjut, mereka mendapati fakta bahwa bola matahari itu hanya bertahan selama kurang lebih dua jam saja. Jika sudah habis masanya, bola matahari itu akan kehilangan pijarnya, dan kemudian padam menjadi bola bulat sempurna yang menyerupai batu berwarna hitam pekat. Tak ada istimewanya.

Mendapati fakta tersebut, beberapa orang ingin terus memiliki bola matahari tersebut. Mereka mencoba menanam bola-bola matahari itu. Ada yang mencoba menanam bola matahari yang masih berpijar, ada juga yang mencoba menanam bola matahari yang sudah padam. Segala kemungkinan dicoba. Jika anda menganggap ini ide yang gila, sejujurnya, hujan matahari itu sendiri sudah cukup untuk dikatakan gila!

berlanjut…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s