Semoga Tidak Salah Banget

Saya memang bukan termasuk dalam golongan yang rajin dalam beribadah. Saya beribadah ketika saya merasa sedang ingin beribadah, dengan cara saya. Namun, apa yang cukup aneh bagi saya adalah terdapat beberapa teman yang memaksa saya beribadah meskipun tahu saya sedang tidak merasa ingin. Bukankah paksaan semacam itu justru mengubah esensi dari ibadah yang katanya merupakan habluminallah, hubungan manusia dengan Tuhan?

“Dah ibadah siang belum?”

“Hehehe, duluan aja, bro”

“Ayo lah, kewajiban lho”

“Duluan aja hehe”

“Ayo bro, serius ni. Ibadah dulu, yang lainnya nanti.”

“Bro, maaf dulu ni, kalo akhirnya aku mau ibadah karena paksaanmu, bukannya nanti ibadahku niatnya karena kamu, dan bukan karena Tuhan? Bukannya ibadah seharusya karena Tuhan? Maaf dulu lho ini.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s