Ya Tuan Waktu
Untuk apa terburu-buru?
Apa kamu tidak lelah?
atau jengah?

Kami, manusia
Masih sibuk berleha-leha, Ya Tuan Waktu
Bernostalgia, menjereng beha, dan bercumbu ria
dengan amnesia kami soal larimu yang laju

Sudikah dirimu Tuan Waktu?
duduk di sini sebentar saja untuk kutikam
kubunuh
Agar aku tak perlu membuntuti kamu
kemudian jadi dewasa, tua, dan kehilangan

Aku tak mau menjadi dewasa, Ya Tuan Waktu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s