Tembakau

Aku sudah lelah dengan permintaannya. Untuk anak seumurnya meminta rokok itu cukup keterlaluan. Apa yang akan dikatakan para tetangga jika melihatku memberikan rokok padanya? Mau dikemanakan mukaku kalau sudah begitu? Entah untuk disulut atau diapakan, tetap saja citraku akan rusak jika memberikan rokok pada anak seumurnya. Aku mulai lelah dengannya.

“Boleh?”

“Tidak”

“Boleh aku minta? Satu batang saja”

“Tidak boleh”

“Ayolah, aku tidak akan menyulut dan menghisapnya”

“Justru karena itu! Sudah kuberitahu kau berulang kali bahwa tembakau bukan untuk diseduh seperti teh!”

Advertisements

One thought on “Tembakau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s