Buku dan Penyesalan

“Dari sekian banyak cara untuk mati, yang terburuk adalah melanjutkan hidup.”

-Dea Anugrah, dalam cerpennya yang berjudul Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu. Terbit bersama cerpen-cerpen asyik lainnya dalam buku berjudul Bakat Menggonggong.

Dua hal yang terbesit setelah menyelasaikan buku tipis ini adalah; satu, sepertinya saya menemukan panutan baru, dan dua, seharusnya dulu saya lebih gigih untuk bersikeras kuliah di jurusan filsafat.

Advertisements

2 thoughts on “Buku dan Penyesalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s