Happy Meal

Mainan itu berwujud pria kerdil memakai topi jamur berwarna putih dengan bintik-bintik merah besar. Bajunya berwarna biru dengan garis kuning disertai dengan celana berwarna putih, mengadopsi gaya timur tengah yang memperlihatkan dada telanjangnya. Satu-satunya atraksi yang bisa dilakukannya adalah mengangkat kedua tangannya yang direntangkan ke atas ketika tombol di belakang punggungnya ditekan, kemudian turun kembali ketika tombol itu dilepaskan. Orang pun hanya akan menakan tombol itu dua sampai tiga kali sampai benar-benar tahu apa yang bisa dia lakukan dan akhirnya meinsyafi bahwa mainan itu membosankan.

“Siapa yang cukup konyol untuk menginginkan mainan seperti ini?”, pikirnya. Mana mungkin ada orang yang mau menginginkan hal semacam ini untuk berusaha menghibur diri dengan menyebutnya mainan. Tak masuk akal.

“Ah lucu banget!”, tiba-tiba didengarnya teriak wanita dewasa di sampingnya berseru mengomentari mainan itu sambil memungutnya takjub.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s