Sudah, Jangan Menangis

Sepertinya aku hanya ingat menggenggam rambutnya waktu itu, rambut yang panjang indah berwarna gelap pekat. Sesekali ku hirup harum aroma yang dikeluarkan setiap helainya. Ku tarik ke atas berlawan dengan gravitasi yang menarik tubuhnya ke bawah. Dia menangis. Kenapa kamu menangis, Manis? Apa yang membuatmu sedih? Kamu bisa menceritakannya padaku. Tak usah ragu.

Dengan posisi yang tetap sama, dia terus saja menangis. Mata itu, pandangan itu, membuat hatiku ikut tertusuk karenanya. Dia pasti sangat hancur. Apa yang membuatmu sedih, Manis? Apapun akan ku lakukan jika itu bisa membuatmu bahagia, atau paling tidak membuatmu sedikit lebih baik. Katakan saja, tak usah sungkan.

Suara tangisnya tak kunjung reda. Aku mulai tidak tahan lagi melihatnya seperti ini. Dia terus saja menangis. Suara dan air matanya makin lama terasa makin mengganggu mata serta telingaku.

Mungkin dengan begini bisa membantu. Ku dekatkan pisau yang ku bawa di tangan yang lain menuju leher telanjangnya. Ku lekatkan di kulitnya dan ku susulkan beberapa goresan melintang di leher. Agak alot awalnya, tapi lama kelamaan terbuka juga lehernya dengan garis lintang merah merekah . Kenapa tangisnya kian menjadi? Baiklah, coba ku sayat lebih dalam lagi. Melintang, ke kanan dan ke kiri. Mata pisau mencumbu leher indah yang kian jadi merah, kian dalam mengerang. Beberapa jalur yang dulunya dilalui nafas dan makanan mulai terlihat sekarang. Serta merta darah keluar, tersiram terburam menyembur mengenai wajahku. Tetap saja, ku teruskan sayatanku. Sudah terlanjur basah, sia-sia kalau tidak diselesaikan. Oh lihat itu! Sepertinya itu tulang leher yang menyambungkan tengkorak dengan tulang belakang. Aneh, sejauh yang pernah ku baca, tulang leher berwarna putih. Kenapa yang ini berwarna merah? Ah, persetan lah dengan itu.

Hingga sampai lah di sebuah akhir. Kepala mengucapkan pisah kepada badan yang bersangkutan.

Setidaknya tangisanmu berhenti, Manis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s