Siklus

Hari ini pulangku pukul 11. Sepeda kupacu segera berpulang ke rumah. Sesampainya ku jadikan bajuku bukan seragam biar cepat-cepat ku bisa pergi ke tetangga sebelah. Ke rumah teman. Membuat gawang dari sendal dengan bola plastik murah berlatar gang sempit terhimpit rumah. Motor lewat menjadi rambu jeda. Dua lawan dua karena cuma kami yang sebaya. Anak tetangga lainnya sudah dewasa. Kuliah, kerja, menikah. Atau kuliah, menikah, kerja. Tersisa kami berempat yang masih belia. Bermain bola tanpa sewa. Batas waktu hanya matahari senja atau panggilan mama. Berikutnya pulang, mandi, makan, nonton tv, belajar jika ada pr, tidur, bangun, dan mengulang rutinitas yang sama sampai dewasa menyapa.
Halo.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s