Sumpah, saya merasa aneh dengan tulisan ini

Entah kenapa saya merasa aneh dengan tulisan ini. Sok asik dan sok motivating. Tapi entah kenapa tetap saya tulis.

***

Ada hal yang berbeda dengan orang yang sudah ditemukan oleh panggilan hidupnya. Panggilan yang sering disebut passion, mungkin. Tapi saya lebih asyik menggunakan terminologi “panggilan hidup” karena terasa lebih sakral, dekat dengan Tuhan, seolah tidak self-sentrikal, dan manfa’at bagi semesta. Dan saya menggunakan kata “ditemukan oleh panggilan” karena, seperti yang sering saya lihat, panggilan tersebut yang datang dengan sendirinya kepada orang-orang terkait. Saya juga tidak tahu apakah panggilan itu bisa dikejar dan diusahakan seperti “ah sekarang aku pengen panggilan hidupku ini” atau “aku pengen ganti panggilan hidup!”. Saya rasa tidak begitu, mungkin. Sepertinya panggilan hidup adalah sebuah hal yang sudah built-in dalam diri setiap manungsa. Mungkin, lagi.

Tapi terlepas dari itu, pernahkah kalian bertemu orang yang sudah menemukan panggilan hidupnya? Pasti pernah! Coba perhatikan ketika dia membicarakan panggilan hidupnya. Matanya akan lebih berbinar dari biasanya. “Aku bisa melihat api di matanya”, jika boleh saya mengutip kalimat teman saya, seperti itu yang terlihat. Nada suaranya terasa lebih tinggi daripada ketika membicarakan hal-hal yang umum. Mungkin juga tempo bicaranya akan semakin lebih cepat. Pernahkah bertemu dengan orang semacam ini? Atau pernahkah bertukar obrol dengan mereka?

Atau pernahkah kalian melihat mereka menghidupi panggilan hidupnya? Melihat mereka tenggelam dalam diri mereka. Sebuah pemandangan yang menyenangkan –ini tidak melebih-lebihkan. Seperti seorang penyanyi yang menyanyikan lagunya hingga ia tenggelam. Ia hanya bersama dirinya dan lagu. Yang lain berubah menjadi tidak ada. Atau seperti orang yang melukis sangat-sangat melukis hingga ia tak peduli dengan sekelilingnya. Ia tenggelam. Bahkan bising kendaraan lalu lalang di depannya ketika melukis pun seolah nihil. Atau  peracik kopi yang tenggelam dalam takaran berat, suhu, air, dan segala rupa komponen kopinya. Mereka memberikan diri mereka sepenuhnya. Secara intens dan mendalam. Menjadikan mereka tenggelam ke dalamnya. Menjadi satu dengan hal itu. Yang lain seolah hilang. Hanya orang itu dan dunianya.

Pasti kalian pernah melihat hal semacam ini. Atau mungkin kalian sudah mengalaminya? Demi Tuhan dan alam semesta, kelilingilah diri kalian dengan orang gila semacam mereka. Sungguh. Mungkin panggilan hidup tak bisa dikejar, tapi mungkin juga mengelilingi diri dengan orang semacam itu bisa menjadi katalisator untuk panggilan hidup kita. Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s