1f64f9979a6fcbde502eed7172377a13

 

Dari perbincangan dengan beberapa orang, satu dan lain hal muncul ke permukaan. Salah satunya, bahwa setiap orang memiliki fantasi terliar atau impian termanis akan sesuatu yang “ideal”.
Persepsi ini terbentuk bisa dari acuan yang dekat dengan kehidupannya, bisa juga pengaruh kultural, atau pengalaman pribadi.
Tapi terlepas dari itu, sesuatu yang “ideal” ini adalah kesempurnaan bagi yang memikirkannya, dan kita tau, bahwa tidak ada yang sempurna.
Tinggal kedewasaan setiap orang, untuk mengerahkan segala upaya mengejar fantasi dan mimpinya yang “sempurna” untuk akhirnya berlelah dalam ketiadaan,
atau menyerahkan diri pada semesta yang membawa setiap orang kepada kesempatan melihat yang tidak sempurna sebagai kepingan yang perlu dilengkapi dan melengkapi dengan sepenuh diri.

Toh, apa yang didalam dada, mempunyai versi “ideal” dan “sempurna”nya sendiri yang tidak terdefinisi oleh kata yang di kepala.

Hanya ketika tiba-tiba merasa berada di tempat yang tepat, dan secara kebetulan yang hebat waktunya pun tepat, dan segalanya berjalan dengan hangat, mengalir…..Itu.

Rasanya ini berlaku untuk hampir semua hal dalam hidup. Karena semesta raya yang punya caranya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s