Doa Syukur

885a8df5c47090dd75f4d1261dd92116
Sebuah malam di Gunung Sumbing. Cerah, indah.
Mendirikan tenda menghadap Gunung Sindoro yang gagah.
Lampu2 kota terhampar. Bulan bersinar separuh dikelilingi bintang yang menyaru ditelan tanjakan bukit di jalur. Angin bertiup kencang memaksaku menggigil sambil terkagum menangkap kilat yang sesekali menyambar dikejauhan. Dihadapan dunia, aku terkagum. Betapa kompleks sekalian menakjubkan semesta.
Begitu banyak detail yang disajikan yang menjadi pilihan setiap orang untuk menikmatinya sedalamnya atau menatap sekadarnya.

Makhluk kecil yang berdiri dengan kagum ini, aku, merasakan sesuatu yang meletup letup sekaligus bernafas lega didalam dada.
Merasainya, tetap sulit kutemui apakah itu sebenarnya. Kemudian hanya bisa lelap dalam dingin yang menggigit, tapi selalu kurindukan. Kunikmati tubuh yang bergetar pelan, bibir yang gemeletuk, dan panas didalam dada. Karena dalam dingin ini, kutau ada sesuatu yang lebih besar dari apapun yang membuatnya ada, dan membuatku merasa sedemikian rupa.
Terimakasih, alam raya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s