Kebesaran yang Kecil

“Kamu tahu tidak? Ternyata dibandingkan dengan manusia, bumi ini sangat besar.”

“Iya memang begitu.” Bahkan anak sekolah dasar pun tahu, pikirku.

“Lalu ternyata, dibandingkan bumi, ada lagi yang lebih besar, yaitu matahari.”

“Iya ya.” aku hanya menjawab sekenanya karena siapapun tahu faktanya seperti itu.

“Dan kamu tahu lagi nggak? Ternyata matahari-matahari yang besar itu berada dalam sebuah galaksi. Nah, galaksi-galaksi ini juga lebih besar lagi dari matahari yang sudah sangat besar tadi.”

“Benar juga itu.”

“Ternyata lagi, galaksi itu berada di alam semesta yang sangat sangat sangat besar. Galaksi yang sangat besar tadi tidak ada apa-apanya karena memang alam semesta ini besarnya luar biasa.”

“Ya emang iya gitu kan.”, jawabku memutlakkan keenggananku terhadap obrolan itu.

Sejenak kami berdua sama-sama diam. Hingga beberapa meter terlampaui. Kulihat setelahnya terminal juga sudah lewat.

“Kalau begitu, berarti masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sebenarnya tidak ada apa-apanya ya? Hanya hal yang sangat kecil dibandingkan alam semesta raya yang besar ini.”

Kini hanya aku yang terdiam mendengar apa yang dikatakannya. Sejenak kaget karena dia menyadari masalah yang tidak aku bagi. Berusaha membantuku tanpa melanggar batas privasi. Aneh, tapi mengagumkan.

“Iya, kamu benar.”, kalimat itu menjadi ucapan terimakasih terbaik yang bisa kuberikan. Menggantikan ucapan terimakasih yang tidak mampu aku lontarkan. Tapi tetap saja, aku berterimakasih padamu.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s