Cerita Bujursangkar

Mentari hampir beristirahat. Semburat cahaya jingga menyelimuti danau sore itu -yang terlampau luasnya hampir-hampir menyerupai laut. Tenang dan jingga.  Seperti sebatang pohon yang masih juga berdiri di pinggir danau, tenang tanpa suara.

Belum terlalu petang untuk tiga bujursangkar kecil bermain-main di pinggir danau. Tak jelas apa yang mereka lakukan. Hanya berlari-larian atau kejar-kejaran. Begitulah layaknya anak kecil. Bermain entah apa, mengisi hari yang belum terbentur kesibukan dan tanggung jawab.

Setelah sekian waktu bermain, lelah menjangkiti mereka bertiga. Tapi enggan masih terlalu lekat untuk mereka pulang ke rumah. Akhirnya mereka hanya terduduk di pinggir danau, di bawah pohon, menyelimuti diri dengan semburat jingga yang masih leyeh-leyeh di atas danau dan sekitarnya.

Tetiba mereka bertiga terkaget oleh sebuah suara. Awalnya mereka mengira itu hanya halusinasi. Tapi ketiga bujursangkar itu sama-sama mendengarya. Tak mungkin itu hanya halusinasi. Sejenak mereka saling beradu pandang satu sama lain. Saling berbagi bingung yang entah jawabnya. Sejenak hening mereka mencoba mendengarkan suara itu. Semakin mereka hening, semakin mereka mendapati suara itu lebih jelas. Itu suara minta tolong!

Mulai jelas. Suara itu berasal dari sebrang danau. Bersegera mereka berlari ke ujung danau yang satunya untuk menolong orang malang tersebut. Dengan langkah lari kecil-kecil mereka segera sampai ke tempat orang itu berada.

Orang itu hampir tenggelam ketika mereka sampai. Tapi tetap gigih teriaknya untuk minta tolong. Secara reflek, salah satu dari tiga bujursangkar kecil itu mengambil galah kayu yang tergeletak tak jauh dari sana untuk menolong orang malang tersebut. Belum selesai geraknya menolong orang itu, dia sudah dihentikan oleh teman bujursangkar kecilnya yang lain.

 

“Apa yang kau lakukan? Aku mau menolongnya.”, tanya bujursangkar kurus.

“Tapi kita tidak tahu siapa orang itu. Jahat atau baik. Bersudut ataukah tanpa. Siapa tau dia punya banyak sudut atau bahkan tidak memiliki sudut sama sekali.”, jawab bujursangkar berkacamata.

“Apa bedanya? Semua orang sama dihadapan kematian, kan?”

 

Sedari tadi diam, bujursangkar gendut menambahkan “Benar! Jangan dulu kau tolong dia. Mungkin dia bukan bujursangkar seperti kita, yang baik dan beradab. Ayahku bilang, banyak orang jahat di luar sana. Lingkaran tanpa sudut yang licik, segitiga sama sisi yang pelit, trapesium jangkung yang sombong, dan orang-orang hina lainnya. Kita harus berhati-hati!”

Akhirnya suara minta tolong itu berhenti. Orang itu sudah mati.

“Setidaknya ayo kita angkat mayat orang itu untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya. Lagipula, tidak ada orang mati yang jahat. Apa yang bisa dilakukan sebuah mayat?”, kata bujursangkar kurus.

Kedua temannya kali ini setuju. Bertiga mereka berusaha mengangkat mayat orang malang tersebut. Sedikit kepayahan badan kecil mereka mengangkat sebuah mayat dari danau. Namun akhirnya mereka bisa melihat dengan jelas siapa orang tersebut setelah beberapa saat usaha pengangkatan. Seorang jajargenjang tua yang gemuk, ya paling tidak sebelum dia jadi sebuah mayat jajar genjang tua yang gemuk.

 

“Untunglah kita tidak menolongnya. Ternyata dia bukan bujursangkar seperti kita. Syukurlah.”, kata bujursangkar berkacamata.

 
“Memangnya kenapa kalau dia bukun bujursangkar seperti kita?”, tanya bujursangkar kurus.

 
“Ayahku pernah berkata bahwa hanya bujursangkar saja yang baik di dunia, tidak seperti bentuk geometris lain di dunia yang jahat dan gila dengan pemikiran mereka.”, imbuh bujursangkar gendut

 
“Apa benar mereka itu jahat?”

 
“Entahlah. Paling tidak itulah yang dikatakan ayahku.”

 

Dan akhir melegakan, mereka mengembalikan mayat itu ke danau untuk tenggelam sampai dasar. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s