Siang mendung, seorang bapak, sepuh, berpeci dan berbatik  berjalan tertatih didepan kedai. Sejenak dia berhenti dan memandang papan nama kedai yang jelas menyebutkan ‘kopi’. Pandangan beliau menerawang kedalam dengan sendu.

Beliau seperti hendak melanjutkan perjalanannya, sampai setelah beberapa langkah dari kedai, beliau berbalik perlahan dan mengetuk pintu kedai.

“Anak muda, berapa yang harus dibayar untuk minum kopi?”
Sambil mau memberikan segenggam receh, yang mungkin semua yang dia punya.

438418

Pak, kopi telah mempertemukan kami dengan bapak, dan apa yang bapak timbulkan di hati kami, jauh lebih mahal dari kopi di cangkir itu.

gambar dari http://www.fotografer.net/images/forum/4/0/438/438418.jpg
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s