sakit, saling menolong dan manusia (part 2)

Musik penghantar perasaan pada saat itu.

“Manusia adalah makhuk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri”

Kalimat itu mungkin telah hilir mudik ke dalam telinga saya sejak di bangunan SD. Dan dari kalimat itulah lahir gagasan saya untuk selalu menolong orang lain, selalu berguna bagi orang lain. Tanpa saya sadari ada yang tidak beres.

Yap, perasaan “selalu menolong” adalah ketidak beresan pada hidup saya. Memang “selalu menolong” itu terlihat keren, ampuh, sosial to the max! Seakan jiwa ini terisi oleh pujian akan sisi kepahlawanan diri. Hidup saya langsung saya dedikasikan penuh untuk selalu menolong orang lain. Apapun yang orang lain perlukan, akan saya penuhi. Siapapun itu, saya akan berusaha menolongnya. Kapanpun itu. Setiap hari telah saya lalui untuk menolong sesama. Tapi apa? Masih ada yang tidak beres dengan saya, bukan soal kepuasan (soale aku ikhlas), tapi sesuatu yang lain. Mbuh, aneh!

Photo-2-23-16,-1-52-07-PM
nemu slide iklan bioskop

Sampai pada akhirnya, ketika saya sakit kemarin, saya memutuskan untuk menghakimi “selalu menolong” adalah pandangan saya yang keliru. Kenapa? Saya lemas saat itu, tak berdaya banyak saat itu, tak banyak mampu menolong. Berangsur-angsur saya merasa sedih, ya hanya karena tidak mampu menolong seperti biasanya saat sehat. Aku sedih gaes. Aku sedih. Aku…

“Woi! Menjijikan sekali syarat kebahagiaanmu. Gampang tenan kebahagiaanmu direnggut!”

Ternyata kebahagiaan saya tidak lagi sederhana, selalu menolong jadi racunnya. Dengan kegelapan yang menggulita, ada sinar kecil yang mencercah. “Kenapa tidak kamu ganti saja, kata selalu menjadi saling“. Benar kawan, cahaya itu semakin membesar karena kini yang saya pikirkan tidak lagi “selalu menolong” tetapi “saling menolong”.

Karena saling menolong, menciptakan ruang di dalam diri kita untuk menerima kehebatan orang lain. Menekankan kita bahwa kita tetap Manusia. Manusia yang masih memiliki kekurangan dan keterbatasan.

“Hiduplah untuk saling menolong. Untuk berbesar hati menolong dan ditolong.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s