Matematika, Pola, dan Hidup

Ketika masih sekolah, saya cukup menyukai matematika. Entah mengapa, mungkin karena matematika merupakan permainan yang jelas serta objektif, tidak seperti bahasa yang sering kali bersifat objektif. Belakangan, saya menyadari lagi mengapa saya menyukai matematika: matematika adalah pola.

Dan tahu kah kalian? Kita hidup dalam matematika. Karena sejatinya hidup adalah kumpulan pola-pola yang saling berinterseksi sedemikian rumitnya. Namun, apabila kita menguraikan simpul kacau tersebut, jelas lah matematika hidup.

Salah satu teman saya adalah penggiat kopi. Beberapa lama dekat dengannya, yang bersangkutan tak sengaja menuangkan sedikit kepakarannya tentang kopi kepada diri saya. Semakin gelap kopi disangrai, semakin pahit rasanya, begitu sebaliknya. Semakin halus kopi digiling, semakin pahit rasanya, begitu sebaliknya. Semakin panas suhunya, semakin lama bertemu air, semakin, semakin, semakin, semakin begitulah singkatnya secangkir kopi terpolakan.

begini rumusnya secara singkat:

RASA KOPI = TINGKAT SANGRAI x UKURAN GILING x SUHU x FAKTOR LAIN x FAKTOR LAIN x … x FAKTOR LAIN

Tentu saja perumusannya tidak mutlak seperti itu. Karena salah satu pola atau matematika hidup adalah kenisbian mutlak. Artinya, hidup itu nisbi!

Matematika hidup juga dapat diterapkan di hal lain. Salah satu teman saya yang lain adalah penggiat film. Sempat saat itu saya diberikannya keinsafan mengenai kamera. Disini saya melihat matematika lagi, yaitu matematika fotografi.Singkatnya, mohon dikoreksi apabila saya salah, kamera akan mempertimbangkan beberapa faktor dalam memproduksi gambar. Faktor tersebut antara lain tingkat ISO, bukaan diafragma, lama cahaya masuk, serta intensitas cahaya saat itu. Semakin ISO tinggi, gambar akan semakin terang, semakin bukaan diafragma besar, gambar akan semakin terang, semakin lama cahaya masuk, gambar akan semakin terang dan seterusnya. Saya rasa saya tidak perlu membuat rumus lagi mengenai ini untuk lebih meyakinkan kalau hidup adalah kumpulan matematika.

Hidup adalah matematika. Hidup adalah pola. Hal di atas hanyalah contoh praktispenggunaan matematika hidup. Kebanyakan matematika hidup yang kita jumpai sering kali berupa hasil. Hasil operasi hitung yang sudah mengalami banyak pemjumlahan pengurangan pembagian pengalian dengan banyak variabel. Sering kalinya, kita hanya melihat hasil operasi hitung ini tanpa melihat apa operasi hitung apa yang sudah dialami.

Orang di depan kita, kejadian yang menimpa kita, semuanya merupakan hasil operasi hitung kali bagi jumlah kurang dengan jutaan variabel yang sudah terjadi sebelumnya. Variabel dan operasi hitung yang sudah terjadi hanya perlu disadari dan diinsafi. Dengan begitu, semoga kita dapat menentukan operasi hitung dan variabel apa yang tepat untuk diberikan agar tercipta hasil hitung yang positif kedepannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s